Thursday, February 15, 2018

Makanan Halal di Kyoto, Jepang


Masih lanjut postingan tentang Jepang karena masih sebanyak itu yang belum di share. Semoga gak pada bosan yaah. hehe.  Kalau sebelumnya saya sudah bahas tentang makanan halal di Osaka, kali ini saya mau bahas yang ada di Kyoto. Jujur aja, pas di Osaka kami tidak terlalu eksplor kotanya, hanya ke Dotonburi dan Universal Studio Jepang. Makanya makanan halal yang dicoba di Osaka sedikit sekali. hehe

Sedangkan pas di Kyoto, kami terbantu karena saya dan suami sempat bertemu sebentar dengan Imbang dan keluarganya. Imbang adalah salah satu teman saya yang sudah cukup lama tinggal di Jepang, karena suaminya sedang kuliah lagi di Jepang. Jadi, saya dapat masukan tentang makanan halal di Kyoto dari Imbang, terutama tentang ramen halal. haha. Soalnya setiap jalan-jalan ke luar biasanya kalau cari makanan halal, gak jauh-jauh dari kebab dan curry. Jadi, di Jepang emang pengennya cobain ramen

Sebenarnya Imbang rekomendasiin Ayam-ya ramen yang lokasinya dekat dengan stasiun Kyoto. Tapi sayangnya pas saya lagi di Kyoto, Ayam-ya sedang tutup. lupa banget saat itu tutupnya karena apa. Yang jelas 2 hari di Kyoto kami gak sempat cobain Ayam-ya. Tapi kami tetap makan ramen di Kyoto.

Monday, January 22, 2018

Sewa Fotografer di Tokyo



Biasanya setiap kali traveling, kami mengandalkan tripod dan timer sebagai fotografer pribadi. Makanya sampai ada postingan khusus tentang tripod di blog ini. Soalnya sering banget ditanya siapa yang fotoin, dan pas dikasih tau cuma pakai tripod, jadi pada nanya tripodnya apa. hehe

Pas ke Jepang tahun lalu, saya pengen banget cobain foto dengan fotografer biar hasil fotonya lebih bagus. Sempet kepikiran mau booked fotografer di sweet escape juga. Saat itu belum banyak jasa seperti Sweet Escape, sekarang kayaknya sudah ada yang sejenis yaitu frame a trip. Intinya sih kita  booked untuk photosession di kota/negara tertentu, nanti mereka yang cari fotografer lokal yang available di waktu yang kita pilih.

Tapi, akhirnya saya tidak memesan melalui website seperti itu. Saya langsung menghubungi fotografernya. Saya kepikiran kalau langsung menghubungi fotografernya, mungkin bisa dapat harga yang lebih murah karena kan tidak melalui penyedia jasa lebih dulu. Jadi, saya cari-cari lewat hashtag dan kepoin juga instagramnya sweet escape. Karena memang sweet escape biasanya tidak mention secara langsung instagram fotografernya, tapi hanya menyebut namanya. Tapi kalau niat cari-cari sih pasti ketemu. Saat itu saya nemu beberapa akun instagram fotografer di Kyoto dan Tokyo. Saya coba hubungi mereka untuk nanya price list dan tentu availability-nya. 

Pilihan pun jatuh ke @michaelbryantng. Saya coba menghubungi Michael via DM di instagram dan kemudian lanjut diskusi via whatsapp. Biaya yang ditawarkan saat itu adalah JPY 40.000 untuk 2 jam photosession, dan kita mendapatkan 50 foto yang sudah diedit (saya tidak tau ratenya untuk saat ini ya, mungkin sudah naik karena ini rate untuk Januari 2017). Saat itu saya membandingkan dengan rate di Sweet Escape yaitu USD 400 untuk 2 jam dan dapatnya 40 foto yang sudah diedit. Dari segi harga sebenarnya tidak beda jauh, tapi dengan fotografernya langsung bisa dapat foto yang diedit lebih banyak. 

Kami pun memilih melakukan sesi foto di hari terakhir kami di Tokyo, pas sebelum balik ke Jakarta. Photoshoot sendiri dilakukan di 2 lokasi, yaitu Shinjuku dan Shibuya. Sebenarnya untuk 2 jam sesi foto enaknya di 1 lokasi. Tapi Michael berbaik hati mau lanjut ke Shibuya karena kami keukeh pengen difotoin di Shibuya Crossing. hahaha. Walaupun perjanjiannya sesi foto hanya 2 jam, tapi pada akhirnya malah hampir 3 jam sih. Karena kan pindah-pindah lokasi juga memakan waktu. Alhamdulillah gak ada charge tambahan. Oh iya, Michael ini sebenarnya orang Indonesia yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Jadi, selama sesi foto ngobrolnya dalam bahasa Indonesia  aja. hehe

Dan ini lah beberapa hasil foto selama di Shinjuku dan Shibuya, Tokyo, sama Michael.











Setelah saya post di instagram tentang photoshoot sama fotografer, pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah worth it gak sih? Soalnya kan selama ini foto-foto pakai tripod juga udah bagus. Jawaban saya, kalau memang ada budgetnya worth it banget buat kenang-kenangan. Dan memang beda banget sih hasil foto yang diambil langsung sama fotografer dan hasil foto dari tripod. hehe



Sejujurnya kalau bisa malah di trip berikutnya pengen lagi hire fotografer untuk sesi foto begini.  Karena memang saya dan suami suka foto-foto selama trip. Soalnya saya tau banget, gak semua suami mau diajak foto-foto niat gini. hehehe

Sunday, January 21, 2018

Travel Tips: Packing Buat Winter Holiday

Pic from here


Sesuai request di instagram, pada minta tips packing buat ke Jepang. Tapi mungkin saya gak bahas khusus Jepang kali ya, lebih ke tips packing buat winter. Kebetulan 2 tahun berturut-turut jalannya pas winter, awal tahun 2016 ke London dan awal tahun 2017 ke Jepang. Awal tahun 2018 ini saya juga packing buat winter, sayangnya bukan buat jalan-jalan, tapi packingin buat suami yang ada kerjaan ke negara winter, Swedia. hehe

Jalan-jalan pas winter itu sejujurnya gak seenak yang terlihat. haha. Apalagi buat yang alergi dingin seperti saya. Persiapannya jadi lebih ekstra, yang akhirnya berujung pada barang yang dibawa bisa 2x lipat lebih banyak dan tentunya memakan tempat dikoper. Beda banget deh packing buat jalan-jalan pas winter sama jalan-jalan biasa.
Back to Top