Sunday, March 19, 2017

5 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Berangkat Ke Jepang

Udah lama mau update tentang Japan Escape 2017 selalu gak jadi-jadi. Padahal ada banyak banget tulisan dan cerita yang mau dishare. Setelah sebelumnya saya share tentang itinerary dan rekap trip ke Jepang, kali ini saya mau share tentang apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang.

1. Pesan Tiket Pesawat

Tentunya gak akan bisa berangkat ke Jepang kalau belum ada tiket pesawatnya. Jadi yang pertama harus dicari pastilah tiket pesawat. Kalau mau dapat tiket murah, kuncinya adalah booked tiket dari jauh-jauh hari atau hunting di travel fair. Tapi, saya dan suami kemarin agak dadakan cari tiket pesawatnya. Kami beli tiket 3 minggu sebelum jadwal berangkat. Jadi harganya tidak terlalu murah, tapi rasanya cukup oke lah, yaitu sekitar 13juta untuk 2 orang dengan pesawat Japan Airlines (JAL). Berhubung perjalanannya cukup lama, bukan hanya 1-2jam, jadi saran saya sebisa mungkin cari pesawat yang cukup nyaman dan agak besar. 

Tips: Kalau bisa cari waktu keberangkatan malam hari, dan pagi sampai di Jepangnya. Jadi sampai di Jepang bisa langsung jalan-jalan. Lebih enak lagi kalau bisa dapat tiket pesawat yang di Jepangnya sampai dan pulang dari kota berbeda. Jadi misalnya sampai di Tokyo, balik ke Jakartanya dari Osaka, atau sebaliknya. Menghemat waktu dan biaya banget. Sayangnya saya kemarin pesawatnya Soetta - Narita - Soetta.


2. Cari penginapan, bisa hotel, airbnb, atau ryokan

Setelah tiket pesawat sudah dibeli, yang selanjutnya harus di cari tentunya tempat menginap. Ada banyak sekali pilihan tempat menginap. Saya biasanya suka ngebandingin harga di macam-macam web, mulai dari trip advisor, booking.com, agoda, airbnb, pokoknya jangan males banding-bandingin harga. Setiap web suka kasih promo berbeda soalnya.

Tips: Cari tempat penginapan yang dekat dengan stasiun kereta utama. Karena di Jepang, terutama Tokyo, jalur keretanya ribet banget, jadi kalau bukan di dekat stasiun-stasiun utama bisa beberapa kali ganti kereta. Sesuaikan sama itinerarynya mau kemana aja, biar gak buang-buang waktu. Untuk pilihan apakah mau di hotel atau airbnb, ada plus dan minusnya, nanti rencananya saya akan buat postingan terpisah tentang ini :) Dan khusus di Jepang, saya sih saranin banget untuk coba nginep di Ryokan, jadi tempat menginap ala Jepang yang tidurnya di futton bukan di kasur seperti hotel. Sayang banget udah jauh-jauh ke Jepang kalau gak merasakan nginep di Ryokan :)

3. Mengurus Visa

Untuk ke Jepang kita perlu visa, kecuali kalau paspornya sudah e-paspor. Dan sebenarnya mengurus visa Jepang cukup mudah. Tapi karena saya beli tiket pesawatnya sudah mepet dan saat itu mau akhir tahun yang ada libur natal dan tahun baru, jadinya masalah visa diserahkan ke jasa khusus yang memang sudah biasa dipakai suami untuk urus visa di kantornya. Biaya memang lebih mahal, tapi kami sudah terima beres. Hanya perlu kasih berkas lengkap saja dan dalam waktu 5 hari kerja visanya sudah bisa kami terima.

Tips: Cara mengurus visa sendiri bisa dibaca di websitenya Kedutaan besar Jepang di Indonesia. Disana sudah cukup jelas tentang apa yang harus dipersiapkan dan berapa biayanya. 

4. Beli JR Pass


Kalau kalian di Jepang sekitar 7 hari atau lebih, dan berencana untuk mengunjungi beberapa kota, sangat disarankan untuk membeli JR Pass sebelum berangkat ke Jepang. JR Pass ini adalah tiket khusus untuk wisatawan yang bisa dipakai untuk naik shinkansen, kereta, dan bus yang memang termasuk dalam jaringan JR (Japan Railways). Dan JR Pass ini harus dibeli sebelum kita sampai di Jepang. JR Pass bisa dibeli di travel-travel di Indonesia. Saya sendiri beli di HIS Travel dan harganya saat saya beli sekitar 3,4juta untuk 1 orang. Saat pemesanan kita dikasih semacam nota yang perlu di tukar dengan JR Pass saat kita tiba di bandara. Info lebih lengkap tentang JR Pass bisa dibaca disini.

Tips: Sebelum memutuskan untuk beli JR Pass, cek dulu di Japan Rail Pass Calculator. Karena walaupun kalian di Jepang 7 hari, belum tentu beli JR Pass lebih menguntungkan. Apalagi misalnya kalian sampai di Tokyo dan balik ke Jakartanya dari Osaka. Bisa jadi beli single tiket lebih untung. Jadi setelah itinerary disusun, coba cek di JR Pass Calculator. Ini contoh hitungan saat trip saya ke Jepang. Dengan catatan ini hanya yang kereta antar kota saya, padahal pada kenyataannya saya memakai JR Pass juga saat naik kereta di dalam kota Osaka, Kyoto, dan Tokyo. Biasanya distasiun ada jalur masuk sendiri khusus untuk yang pegang JR Pass, karena kartunya tidak di tap ke mesin, tapi ditunjukkan ke yang jaga. Dari hitungan di bawah, terlihat jelas kalau beli JR Pass lebih untung.


5. Sewa Pocket Wifi

Jangan mengandalkan free wifi di Jepang karena susah dan gak disemua tempat ada. Paling gampang memang sewa pocket wifi unlimited yang bisa dipakai bareng-bareng. Karena dari yang saya baca, katanya beli sim card jepang juga belum tentu bisa dipakai. Kalau kalian menginap di airbnb, biasanya suka ada yang memberi compliment pocket wifi gratis. Karena selama di Jepang kami menginap di hotel, jadi lebih aman sewa pocket wifi. Ada banyak website yang menyewakan pocket wifi, bahkan yang langsung di jepang, jadi kita pesan via web, bayar pakai credit card dan minta pocket wifi dikirim via pos ke bandara tempat kita mendarat. Sayangnya saya lupa nama webnya, cuma saya inget ada yang seperti itu saat saya cari tahu tentang penyewaan wifi di Jepang. Kami sendiri sewa di HIS Travel. Ada 2 pilihan yang kuotanya maksimal 7GB atau yang unlimited. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan saja. 


Tips: Jangan mepet-mepet saat mau sewa pocket wifi, apalagi kalau liburannya saat peak season, suka habis soalnya apalagi pocket wifi yang unlimited. Jadi coba booked dari jauh-jauh hari biar lebih aman. Kecuali kalian merencanakan liburannya juga dadakan seperti saya. hahaha

Itulah beberapa tips dari saya buat yang mau jalan-jalan ke Jepang. Nanti kalau inget tips yang lain akan saya share juga disini. Semoga bermanfaat yaa :)

No comments :

Post a Comment

Back to Top