Monday, March 20, 2017

Hotel Review: Remm Shin-Osaka, Jepang

 

Kota pertama yang saya dan suami kunjungi saat di Jepang adalah Osaka. Karena pesawat kami Jakarta-Tokyo-Jakarta, jadi kami memilih mulai tripnya dari Osaka dan terakhir baru di Tokyo. Saat mencari tempat menginap di Osaka, saya agak bingung mau didaerah mana. Awalnya saya mencari di daerah Namba/Dotonburi, karena itu adalah daerah yang cukup ramai di Osaka. Bahkan bisa dibilang semacam pusat kota Osaka kali ya. Tapi setelah dilihat-lihat lagi, sepertinya menginap di daerah Namba akan menyulitkan saya dan suami untuk tukar-tukar kereta. Apalagi kami kan langsung ke Osaka dari Narita di Tokyo. Jadi pasti bawa koper-koper.

Setelah melihat jalur kereta shinkansen di Hyperdia, saya menyadari untuk ke osaka, shinkansennya akan turun di stasiun Shin-Osaka. Dan kalau ke Shin-Osaka kami hanya perlu tukar kereta 1x di Shinagawa dari Bandara Narita. Selain itu, tujuan utama saya di Osaka adalah ke Universal Studio Japan dan dari stasiun Shin-Osaka hanya memakan waktu 15 menit dengan 1x tukar kereta. Yang paling penting dari Osaka kami akan menuju ke Kyoto dengan kembali membawa koper, dan dari Shin-Osaka hanya 14 menit plus tidak perlu ganti kereta. Makanya saya memutuskan untuk mencari tempat menginap di daerah Shin-Osaka yang lokasinya sedekat mungkin dengan stasiun kereta.

Biasanya saya paling sering mencari hotel di Agoda atau Booking.com. Menurut saya paling bersaing harga di 2 website itu. Setelah membaca review-review dan mencari yang harganya masih masuk budget, pilihan pun jatuh ke Remm Shin-Osaka Hotel. Saya pesan melalui Agoda dan hotel ini mendapat nilai 8.7 dari sekitar 1.300 review. Untuk harga menurut saya cukup oke, untuk 2 malam di tanggal yang kami pilih, biayanya sekitar 2,2 juta rupiah. Budget kami untuk tempat menginap di Jepang sebisa mungkin sekitar 1-1,5juta per malam. Yang penting review di Agoda atau Booking.comnya bagus (sebisa mungkin minimal 8), bersih, dan cukup nyaman. Kalau masalah kamar kecil gak ada masalah buat kami, karena memang cuma buat tidur 2 orang saja.



Alhamdulillah saya gak salah pilih. Lokasinya hotelnya super deket sama stasiun, bahkan masih digedung yang sama. Walaupun kamarnya kecil banget, tapi bersih banget dan nyaman.Plus terang karena jendelanya cukup besar. Lobby hotelnya sendiri ada di lantai 12 dan kami dapat kamar di lantai 17.




Walaupun kamarnya kecil, tapi fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Yang saya suka kamar mandinya gak sekecil itu, bahkan menurut saya cukup luas untuk ukuran kamar yang kecil. Dan tentunya toilet canggih pun ada di hotel ini. Sebelum ke Jepang, saya sudah sering dengar tentang toilet di Jepang yang canggih. Spray airnya ada beberapa pilihan, ada heater di kursinya, flushnya pun ada pilihan. Pokoknya saya menyebutnya toilet canggih. Tapi jangan kaget kalau tulisannya huruf jepang semua, jadi saya menebak-nebak aja apa fungsi masing-masing tombol. haha






O iya, untuk check outnya juga canggih. Jadi kita tidak perlu ke resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar, tapi cukup masukkan kunci kamar ke mesin yang tersedia di lobby hotelnya. Overall saya puas banget menginap di hotel ini. Kalau ada kesempatan ke Osaka lagi, mungkin saya akan memilih menginap di hotel ini lagi. Apalagi kalau harganya gak naik. hahaha

No comments :

Post a Comment

Back to Top