Sunday, October 15, 2017

Travel Tips: Tripod



Tripod merupakan salah satu dari 'starter pack' liburan yang gak boleh ditinggalkan. Kenapa? Simple aja, biar yang gak masuk foto cuma kamu doank, aku doank, atau kita berdua tapi kepalanya doank. Atau lebih tragisnya lagi, bisa foto berdua, tapi dengan angle yang gak sesuai keinginan, bisa jadi karena, objek yang jadi background foto kepotong, yang difoto salah 'angle' sehingga keliatan 'gendutan', atau hal-hal lainnya yang mungkin gak kepikiran. 

Sebelumnya, buat fotografer profesional, mari tinggalkan dulu kegunaan tripod sesungguhnya kalau lagi hunting foto, misal untuk ambil objek foto dengan shutter speed rendah, atau dengan pencahayaan yang kurang. Soalnya, memang tujuannya lebih banyak buat selfie dibanding buat foto objeknya saja ;)

Selama hampir lebih dari 7 tahun ke belakang, sudah 4 tripod yang pernah saya miliki. Ya kalau dirata-rata mungkin dua tahun sekali ganti tripod kali ya? Alasan gantinya berbagai macam, mulai dari tripod yang memang sudah rusak kaki-kakinya karena korosi air laut, ketinggalan saat saya naik transportasi umum, atau ketinggalan di rumah.

Tripod pertama yang saya miliki adalah Takara TD-1946. Alasan beli tripod ini simple, cuma karena menurut saya ini paling ringan (namun gak terlampau ringan), dengan harga yang sangat murah (cuma sekitar 300ribuan kalo gak salah, maklum baru nikah :p), dan kuat menahan kamera DSLR yang saya punya (EOS 450D dan EOS60D). Kalau bisa dibilang cukup beruntung saya menemukan ini tripod, karena sangat jarang ketemu di toko-toko lain. Mungkin karena made in china kali ya, hehe. Beratnya gak sampai setengah kg, dan panjang kalau dilipat yang cuma 40 cm, ini salah satu tripod ter-praktis yang pernah saya dapatkan. Tapi, maafkan gak ada fotonya karena tripodnya sudah ntah dimana.

Setelah dipakai hampir sekitar 5 tahun, dikarenakan tripod pertama rusak di kaki-kakinya karena korosi air laut sepertinya, akhirnya saya memutuskan mencari tripod baru buat dipakai jalan-jalan. Setelah coba keliling toko kamera, mulai dari Ratu Plaza, Mall Ambassador, JPC, dll, akhirnya saya memutuskan untuk membeli tripod kedua saya, dengan merek Fotopro (detil serinya lupa). Fyi, ini adalah satu tripod paling berat yang saya punya dengan berat mendekati di atas 1,5 kg. Kalau gak salah harga belinya waktu itu sekitar 1,3 juta. Alasan pemilihan tripod ini, diprioritaskan lebih karena panjang lipatannya sekitar 40 cm kurang. Di samping itu, mungkin karena lagi zamannya kamera mirrorless, kebanyakan tripod yang enteng, hampir dipastikan gak steady sama sekali, kaki-nya agak 'joget-joget'. :p 

Ini beberapa foto penampakan tripod fotopro yang diabadikan istri saat saya sedang setting kamera :D





Sekitar 1 tahun lebih pemakaian, akhirnya saya membeli tripod berikutnya. Alasan pembelian, ketinggalan di tuk-tuk pas #dnfbangkokescape2017 , walhasil saya perlu mencari tripod selanjutnya deh. Untuk tripod yang ketiga ini agak mepet waktu nyarinya, sehingga cuma punya waktu cari di satu tempat, Ratu Plaza. Akhirnya saya mendapatkan satu tripod yang lumayan ringan dan juga lumayan pendek sehingga ringkas dibawa-bawa, mereknya 'Coman', (mirip nama pemain bola, Kingsley Coman, hehe). Dengan berat cuma sekitar 1,25 kg dan panjang lipatan sekitar 30 cm lebih sedikit, ini menjadi tripod pilihan saya selanjutnya.



Yang paling penting untuk diperhatikan dari tripod adalah, jangan sekali-sekali melupakan membawa 'kepala tripod'-nya, dan itu terjadi di trip kami #dnfsingaporeescape2017. Saat itu kebetulan kita sudah 'make sure' bahwa tripod terbawa, namun sayangnya kepalanya tertinggal. Di toko kamera dimanapun di dunia (yang pernah saya kunjungi), belum pernah ditemukan ada toko kamera yang menjual 'kepala'-nya doank. Walhasil di Singapore kami mencoba mencari tripod 'pelarian' kami. Tadinya sih mau milih yang murahan ajalah, sekitar 300ribuan kalo bisa. Tapi siapa sangka pencarian singkat kami berujung pada tripod yang brilian dengan merek 'Brilliant' seri TW-275. Ini tripod meunurut saya keren, dengan berat sekitar 0.8kg dan panjang di bawah 30 cm, plus cukup steady untuk dipakai (kaki-nya gak 'joget2'). So far, kayaknya ini adalah tripod paling ideal buat dibawa-bawa. Waktu itu harga belinya sekitar 100 SGD. Lumayan mahal, tapi balik lagi, karena menurut saya ideal, jadi kami putuskan buat tetap membelinya. Kemungkinan tripod ini yang akan menemani kami di trip-trip selanjutnya.


Ini perbandingan ukuran Coman dan Brilliant

Dan inilah beberapa hasil foto yang diambil dengan Tripod dan timer saat kita travelling. 




Oh iya, tripod ini gak cuma saya bawa kalau bepergian dengan istri, tapi juga kalau jalan dengan keluarga besar, ataupun teman-teman. Gak cuma jalan jauh, silaturahim ke saudara pun pas lebaran saya bawa. Alasannya sekedar untuk mendapatkan moment terbaik dari foto kita bersama. Gak cuma gw, loe, kalian, tapi kita semua... ;)

***

Ditulis oleh @delonick dan disetujui oleh @mrsdelonika :p

No comments :

Post a Comment

Back to Top