Sunday, January 14, 2018

Hotel Review: Ebisu Ryokan, Kyoto



Akhirnya postingan tentang Japan Escape berlanjut. Dan kali ini saya mau review tentang tempat penginapan kami selama di Kyoto. Sebenarnya tidak bisa disebut hotel, karena memang bentuknya bukan hotel, tapi Ryokan. Apa itu Ryokan? Ryokan adalah penginapan dengan fasilitas dan bangunan berarsitektur Jepang. Penginapan jenis ini menyediakan kamar bergaya Jepang yang berlantaikan tatami (tikar) dan tidurnya di futton semacam kasur lipat, jadi bukan kasur seperti di hotel. Atau versi singkatnya tidur di kamar ala Nobita Doraemon. hehe

Salah satu wishlist kami ke Jepang adalah ngerasain tidur di Ryokan. Rasanya paling pas cobain di Kyoto yang memang kotanya masih terbilang tradisional dan masih jepang banget. Jadilah saya coba cari-cari Ryokan yang sesuai budget dan lokasinya gak terlalu jauh dari Kyoto Station. Setelah cari-cari, pilihan pun jatuh ke Ebisu Ryokan. Kami pesan via booking.com untuk 2 malam di Kyoto dan pilih tipe kamar yang Japanese Style Superior Room yang mestinya bisa untuk 3 orang. Sebenarnya ada yang twin room untuk dua orang, tapi karena harganya gak beda jauh dan masih on budget, jadi berpikir ambil yang agak besar aja biar ada space untuk koper-koper. 

Kalau baca dari agoda atau booking, katanya Ebisu Ryokan ini cuma 5menit jalan dari stasiun Kyoto.  Tapi kalau menurut saya sekitar 10 menit lah. Kalau 5 menit mah deket banget, ini masih harus masuk ke jalan kecil di sebrang stasiun. Lokasinya di daerah perumahan gitu. Kami sampai di Kyoto sekitar jam 6 sore dan  pas check in, surprisingly yang jaga di resepsionisnya adalah orang Indonesia. hehe. Tempatnya tidak terlalu besar, seperti rumah ala Jepang 3 lantai, tapi ada liftnya. Resepsionisnya juga seadanya banget, mirip kasir-kasir di restoran gitu malah. hehe. Fasilitasnya cukup oke sih, ada 5 sepeda yang bisa disewa gratis, siapa cepat dia dapat. Terus ada mesin cuci juga di dekat resepsionis. Kayaknya sih bayar pakai koin, tapi tentu saja kami gak pakai mesin cucinya. haha. 






Selesai proses check in, kami pun diantar ke kamar. Seperti biasa, sampai di kamar yang pertama dilakukan adalah foto-fotoin semuanya sebelum berantakan. Pas masuk dan liat kamarnya memang beneran kayak kamarnya Nobita. Gak lama abis kami foto-foto kamar, mba di resepsionis ketok pintu dan ternyata kami diantar ke kamar yang salah. haha. Jadi karena kami berdua, mbanya mikir kami ambil yang Twin Room. Dia baru ngeh pas cek lagi, kami pesan yang untuk ber3. Jadilah kami pindah kamar. haha. Ya lumayan lah jadi bisa bandingin luas kamarnya dan memang yang kami booked sedikit lebih luas. 



Kamar kami ada di lantai 3. Di kamar ada 3 futton, dan karena kami cuma berdua, jadi 1 futton minta dikeluarin. Futtonnya dalam keadaan terlipat, jadi kalau mau tidur digelar sendiri. Di kamar ada meja bulat untuk duduk lesehan, tapi meja ini harus digeser pas kita mau gelar futtonnya. Fasilitasnya cukup oke, ada kulkas kecil, kaca plus hairdryer, dan disiapkan juga yukata untuk baju tidurnya. 

Awalnya sempat khawatir akan kedinginan tidur di kasur yang lumayan tipis, apalagi saat saya ke Jepang kan lagi winter. Tapi ternyata gak berasa dingin sama sekali. Saya bisa tidak cukup nyenyak di futtonnya. Dan gak berasa dingin sama sekali, karena memang ACnya juga bisa diset jadi heater.







Kamar mandinya lumayan kecil tapi masih oke dan yang penting bersih. Sabun, shampo, conditioner bukan dibotol-botol kecil seperti di hotel pada umumnya, tapi di botol besar. Handuk juga tersedia yang besar dan kecil. 





Oh iya, di Ryokan ini kita dikasih 2 kunci. Kunci kamar dan kunci pintu depan.  Soalnya resepsionisnya cuma ada dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Jadi, kalau misalnya kita pulang ke Ryokannya diatas jam9 malam ya buka dan kunci sendiri pintu depannya. ATau kalau check out sebelum jam8 pagi, kita diminta tinggalin kuncinya di box depan Ryokannya. 



Ini foto bangunan Ebisu Ryokan yang diambil dari webnya Booking.com. Seru ya bentuknya, kayak rumah Jepang tapi minimalis modern gitu. Untuk yang ke Kyoto dan pengen cobain tidur di  Ryokan, ini bisa banget dijadiin pillihan. Memang bukan bener-bener rumah Ryokan, karena ini sebenarnya hotel yang didesign ala Ryokan, jadi tidak benar-benar tradisional.


4 comments :

  1. Replies
    1. Iyes. Karena hotel baru juga kayaknya yaa, jadi masih bersih :D

      Delete
  2. Assalamuallaikum kak Fika.. nama aku Sapti, aku ada rencana mau ke Jepang. Kalau misalnya kita pengen jalan-jalan ke Kyoto dan Osaka, memungkinkan gak sih kak tanpa pindah hotel (nginep di salah satu kota aja)?! Jadi semacem PP gitu kak. Terima kasih kak Fika

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam. Bisa banget. Soalnya Osaka-Kyoto jaraknya cuma 15-20 menitan aja naik kereta. Jadi stay di salah satu kota aja juga gpp.

      Delete

Back to Top