Friday, January 12, 2018

Pilih Hotel atau Airbnb Saat Travelling ke Luar Negeri Berdua?


pic from here

Setiap kali jalan-jalan sama suami, pasti saya yang kebagian untuk bikin itinerary dan tentunya mencari tempat menginap. Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, saat mencari penginapan saya cek semua website untuk membandingkan harga dan mendapatkan tempat yang paling oke, baik dari segi lokasi, kenyamanan, dan tentunya harga.

Banyak sekali teman yang merekomendasikan untuk menginap di airbnb karena lebih luas dan biasanya lebih murah. Saya pun selalu coba cari-cari airbnb yang oke. Tapi ujung-ujungnya saya dan suami lebih sering memilih menginap di hotel. 

Sebenarnya mau memilih di airbnb ataupun hotel, masing-masing ada plus dan minusnya. Berikut saya coba list beberapa pro dan kontra. Tapi mungkin tidak terlalu objektif karena memang saya baru  1x menginap di airbnb. Dan hotel yang saya bahas bukan hotel bintang lima atau hotel mewah yang harganya mahal-mahal itu ya. Karena kalau jalan-jalan ke luar negeri, kami belum rela mengeluarkan uang untuk booked hotel mewah. hehe



HOTEL



Pro
- Biasanya cukup banyak pilihan yang berada dipusat kota atau akses lebih gampang ke stasiun kereta/public transportation
- Tidak perlu repot-repot membersihkan kamar setiap hari, karena ada jasa cleaning service harian. Jadi, setelah seharian di luar, sampai hotel kamar udah rapi.
- Umumnya lebih gampang dicari,ada di google maps.
- Alat mandi seperti handuk dan perintilan lainnya juga biasanya sudah disediakan.
- Kalau perlu sesuatu tinggal telp ke resepsionis.



Kontra
- Kalau mau yang murah atau harga cukup bersaing, biasanya ukuran kamar kecil dan fasillitas pun pas-pasan.
- Gak bisa masak-masak. Paling cuma bikin bisa kopi/teh, kalau hotelnya menyediakan teko ketel elektrik.




AIRBNB

Pro
- Bentuknya rumah/apartemen, yang umumnya cukup luas. Apalagi kalau kita sewanya whole house/apartment.
- Biasanya ada fasilitas untuk masak dan cuci baju.
- Cocok buat yang tidak suka keramaian, karena biasanya lokasi airbnb di daerah perumahan yang tidak terlalu bising.
- Kalau dapat pemilik airbnb yang ramah dan informatif bisa dapat info tentang kota/negara itu dari warga lokalnya langsung.


Kontra
- Bisa tinggal bareng sama orang lain dalam 1 rumah. Karena suka ada yang 1 apartemen yang ada beberapa kamar yang disewakan.
- Gak semua ada fasilitas lift, banyak yang harus naik tangga.
- Kadang untuk proses pengambilan kuncinya suka ribet, harus menyesuaikan waktu sama ownernya. Walaupun ada juga yang udah canggih dan pakai kunci elektrik.
- Beberapa pemilik airbnb ada yang punya hewan peliharaan. Jadi buat yang takut binatang, mesti cek tentang ini juga. Atau buat yang muslim, mungkin harus diperhatikan jangan yang ada anjing di tempatnya, karena ribet juga kalau lagi traveling harus mikirin bersuci (plus kalau  saya memang takut anjing. hehe)
- Jarang ada yang lokasinya di pusat kota, umumnya agak dipinggir. Walaupun kadang ada yang dekat stasiun/bus stop, tapi biasanya bukan yang pusat kota.
- Harus perhatiin detil banget fasilitas yang ditawarkan apa aja. Karena gak semua airbnb menyediakan handuk misalnya.
- Harus beberes dan rapiin kamar sendiri sendiri. 


Kalau di list kenapa banyak banget kontra yang airbnb ya? hahaha. Yaaa, ini versi saya. Tiap orang kan pasti punya preferensi yang beda-beda yaa. Selama traveling, saya baru 1 kali aja coba nginep di airbnb, yaitu pas ke London. Dan jujur aja itu pengalamannya kurang menyenangkan. haha



Sedikit sharing yaa. Jadi pas sampai di stasiun kereta yang katanya dekat dengan airbnbnya, stasiun itu sedang ada perbaikan dan ada pintu yang ditutup. Padahal pintu itu adalah pintu keluar paling cepat untuk ke airbnbnya. Sebenarnya kalau tau lokasinya, si airbnb ini bisa ditempuh 15menitan. Tapi karena kita kebingungan dan coba pakai google maps juga sulit, karena alamatnya bukan seperti hotel yang jelas nama hotelnya. Ada nama apartemennya, tapi kalau cari di google maps gak ada. Tanya ke beberapa orang juga malah ditunjukin tempat yang berbeda.

Alhasil pertama kali cari lokasinya kita butuh waktu sejam lebih padahal kita udah cape' banget abis long flight. Dan mesti gerek-gerek koper di trotoar yang lumayan berbatu. Pas akhirnya sampai di kamarnya berasa happy sih, karena dapat kamar yang luas dan bersih. Sampai ada sofa seperti ruang tamunya gitu. Berasa di kamar hotel yang suite. haha. Tapi ya itu, lumayan banyak peraturannya. Diingetin banget gak boleh berisik, sepatu yang masuk harus dibersihin dulu dikeset gak boleh langsung masuk kamar, dan tentunya harus rapiin sendiri kamarnya. Fasilitas seperti kompor, tempat cuci piring, mesin cuci ada diluar yang sharing sama pemilik apartemennya. Jadi,buat saya agak malas keluar. Selama kita tinggal di airbnbnya, kita cuma pakai fasilitas microwave dan wastafel cuci piring. Gak pernah masak ataupun cuci baju. Terus karena kita berangkat pagi, pulang malam,  gak ada waktu untuk beres-beres kamar. Jadilah pulang-pulang masuk kamar masih berantakan. haha. Dan gak paham kalau di kamar itu ada heaternya (padahal waktu itu pas winter), baru ngeh ada heater di lemari pas mau check out. haha. Soalnya kan gak ada resepsionis yang bisa kita telp untuk tanya-tanya. 

Dannnn yang paling drop adalah kita gak tau kalau pas check out harus rapi-rapiin dulu itu airbnb. Kita mikirnya kan udah bayar dan diketerangannya juga udah ada cleaning fee. Jadi, kita tinggalin berantakan. Ada sampah bekas packing yang gak kita rapiin. Tempat tidur ditinggalin berantakan. Pokoknya kayak kalau kita check out di hotel aja. Ternyata pemilik airbnbnya kayak kesel gitu karena ninggalin kamarnya dalam kondisi berantakan, jadi dia komen di akun airbnb kita. hahaha. Yaa maap-maap namanya juga gak paham, perdana coba airbnb dan ga cari tau dulu sebelumnya. Baru setelah itu saya baca-baca di blog orang, emang ternyata etika di airbnb adalah saat check out tempatnya at least dirapikan walaupun gak mesti sebersih pas kita datang. Buat saya sih males ya, lagi jalan-jalan masih harus mikirin beberes :p

Inilah kenapa kita sering memilih di hotel aja. Karena kalau mau cari yang harganya mirip-mirip airbnb juga ada sebenarnya. Walaupun pilihannya ya kamarnya gak terlalu besar, kadang kasurnya juga gak terlalu empuk, tapi lebih nyaman aja. Gak perlu mikirin harus beres-beres dulu. Apalagi saya dan suami emang gak pernah cuci baju pas jalan-jalan. Kita bawa baju yang jumlahnya udah dipasin sama berapa hari perjalanan. Jadi pulang ke Jakarta bawa baju kotor dan semua dicuci di rumah aja. hehe. Plus, rasanya gak ada waktu untuk masak-masak sendiri, mending pop mie aja yang tinggal seduh.

Tapiii, mungkin beda halnya kalau traveling sama anak kecil yang harus masak sendiri makanannya. Atau rame-rame sama keluarga. Airbnb bisa jadi pilihan yang oke banget. Sedangkan untuk yang traveling berdua seperti saya dan suami, hotel masih jadi pilihan utama sih. hehe

Kalau kalian gimana? lebih suka nginep di hotel atau airbnb? :D

2 comments :

  1. Kalau longtrip, airbnb.. biar bisa travel light, jd pasti nyuci baju malem2 (yg ga mungkin di coin laundry).. filter standar nya : entire home - washing machine - hanger - heater (kalau perlu) - microwave

    Selain itu akuuu pilih hotel.. karena pada dasarnya seneng nyobain hotel aja sik.. paling lama stay di satu tempat 3 hari (udah paling lama banget itu).. jd biasanya misalnya 5 hari trip, bisa di 2-3 hotel.. karena terlalu hambar liburan tanpa nyobain banyak hotel.. hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, akupun suka cobain beberapa hotel kalau trip. So far, paling lama baru 9-10 har dan tetap aja prefer hotel. hahaha

      Delete

Back to Top