Wednesday, January 10, 2018

Travel Tips: Mengatur Sendiri Trip Ke Luar Negeri Tanpa Tour

Sebenarnya postingan ini juga bukan postingan baru, tapi pernah di share di personal blog saya, mrsdelonika.com awal tahun 2016 lalu. Karena bahasannya tentang traveling, saya berpikir sebaiknya dishare juga di blog ini. Tentunya dengan beberapa revisi dan tambahan karena sekarang udah 2018. haha.

Kenapa saya merasa perlu bahas ini di blog ini? Soalnya topik ini juga masih sering ditanya ke saya, terutama lewat instagram. hehe. Jadi, mari kita bahas lagi tentang traveling tanpa tour plus gimana caranya atur sendiri itinerary dan lain-lainnya, walaupun kita belum pernah ke kota/negara tersebut sebelumnnya. Pertanyaan yang paling sering ditanya ke saya sih "ntar kalau nyasar gimana?" atau "emang gak ribet ya atur sendiri?". Saya cuma bisa jawab justru disitu serunya. hahaha

"Once a year, go someplace you've never been before"
pic from here


Saya dan suami memang belum mengunjungi banyak kota atau negara, jadi belum bisa disebut traveler. Tapi, setiap kami jalan-jalan, hampir tidak pernah ikut tour (kecuali pas Seoul Trip sama pas Lombok-Gili trip tapi ini pun bukan tour, tapi lebih ke trip planner. Next time saya akan bahas tentang ini ya). Mostly, setiap kali jalan-jalan, saya dan suami cari sendiri hotel, tiket pesawat, sampai menyusun itinerary dengan berbekal googling dan baca-baca blog atau nonton vlog orang. Menurut kami, ini lebih seru, karena kalau ikut tour/travel gitu biasanya yang didatangin cuma tempat-tempat famousnya, tapi kalau cari-cari info sendiri dari blog/vlog orang, kita bisa nemu tempat-tempat lain yang juga worth to visit.

Mari kita bahas satu persatu gimana caranya atur sendiri rencana trip kita. Dan tips-tips ini menurut saya lebih cocok untuk trip ke luar negeri. Sedangkan kalau trip di Indonesia akan agak berbeda sih. 

Booked Tiket Pesawat Dari Beberapa Bulan Sebelumnya

Langkah pertama pastilah mencari tiket murah. Biasanya kalau mau ke tempat yang agak jauh, seperti luar negeri, tiket pesawat sudah dicari dari 6bulan sebelumnya biar bisa dapat yang murah atau cari pas airlines lagi ngadain promo atau beli tiket di travel fair. Atau bahkan bisa beli dari setahun sebelumnya, terutama kalau mau jalan-jalan pas peak season, seperti misalnya mau lihat Sakura di Jepang. Cari tiket pesawat dari setahun sebelumnya dan kalian bisa dapat harga yang murah banget.

Dan kalau perjalanan yang ditempuh jauh, saya saranin jangan pilih pesawat kecil  atau budget airlines, tapi cari yang besar sehingga duduknya pun lebih nyaman. Menurut saya, lebih baik bayar sedikit lebih mahal dibanding sampai di kota/negara tujuan badan kita sakit-sakit karena tidak nyaman duduk kesempitan saat dipesawat. Lagipula pesan tiketnya juga kan dari jauh-jauh hari, jadi seharusnya bisa dapat harga oke juga.

Temen saya dapat tiket JAL (Japan Airlines) untuk bulan April 2018 ini sekitar 4,7jt per orang PP. Padahal itu pas Sakura yang mana termasuk peak season. Bandingkan dengan pas saya ke Jepang naik JAL juga untuk keberangkatan Januari 2017  (udah lewat tahun baru, jadi udah bukan lagi peak season), itu saya dapat harga tiketnya sekitar 7jt per orang. Ini karena saya beli tiketnya sebulan sebelum keberangkatan. Terbukti kan kalau beli dari jauh-jauh hari akan dapat harga yang jauh lebih oke, padahal airlinesnya sama.

Cari Hotel/Apartemen Yang Dekat Dengan Transportasi Umum

Sebelum mencari hotel, saya biasanya googling dulu daerah mana yang menjadi pusat keramaian di kota yang akan saya kunjungi. Lalu, cari hotel/apartemen yang dekat dengan tempat itu. Kalau harga tempat penginapan di daerah tersebut mahal banget, saya biasanya cari di daerah sekitarnya yang juga masih dekat. Buat saya dan suami kalau travelling tidak harus di hotel berbintang dan mewah, di hotel kecil pun gak masalah yang penting bersih dan nyaman. Karena toh hampir sepanjang hari akan dihabiskan untuk jalan-jalan mengunjungi tempat wisata. Jadi sayang kan kalau bayar mahal-mahal, tapi cuma buat numpang tidur :p. 

Berhubung yang dicari adalah hotel kecil, harus rajin-rajin baca review untuk mencari hotel yang paling best deal. Biasanya saya paling sering mencari hotel di Booking.com dan Agoda dengan nilai review yang cukup tinggi. Dan saya cukup rajin baca-bacain review di 2 website tersebut. Kadang saya juga baca review hotel dari trip advisor. Di trip advisor juga kita bisa lihat kondisi kamar hasil jepretan para tamu. Soalnya kalau foto yang dari hotelnya suka menipu :p. Beberapa teman juga menyarankan untuk cari tempat tinggal di airbnb karena katanya bisa dapat tempat yang lebih luas dengan harga lebih murah. Dan karena apartment jadi biasanya ada tempat masak dan mesin cucinya. Tapi rasanya saya lebih memilih hotel aja dibanding airbnb. Kenapa? nanti saya tulis di postingan terpisah aja ya. hehe

Saya dan suami selalu mencari tempat menginap yang dekat dengan stasiun karena kita memang kemana-mana jarang banget pakai taksi. Selalu memilih naik kereta atau bus. Dan tentunya lebih hemat juga kan kalau naik transportasi umum. Plus,  kalau di luar negeri, transportasi umum rata-rata bagus, bersih, dan on time. 

Baca Forum dan Blog plus Nonton Vlog Tentang Travelling

Ini adalah bacaan wajib saya dari beberapa bulan sebelum jadwal liburan. Biasanya saya selalu catat nama tempat wisata, tempat belanja, dan tempat makan yang disebutkan orang-orang di forum/blog. Lalu yang kira-kira menarik akan saya googling lagi lebih lanjut untuk tau bagaimana cara ke tempat tersebut.

Berhubung dalam setahun terakhir vlog juga lagi naik daun, yang mana banyak banget orang bikin vlog, dan ini ngebantu banget juga. Apalagi kalau nonton vlog jadi berasa liat langsung tempat-tempat yang dibahas  dalam bentuk video bergerak, gak cuma foto. Tapi sejujurnya, yang lebih sering liat vlog adalah suami, nanti suami yang akan bilang ke saya tempat mana yang kira-kira bagus untuk dikunjungi. Sedangkan saya sendiri masih lebih suka cari tau  dari blog dan forum. hehe

Susun Itinerary

Ini bagian paling seru tapi juga paling pusing. haha. Sebisa mungkin susun itinerary yang jelas, kalau perlu per jam, seperti itinerary tia saat ke singapur. Saya sih biasanya gak sampai detil per jam, tapi lebih dibagi pagi-siang-malam. Dan tentunya harus diatur agak mengunjungi tempat yang berdekatan dalam satu hari, biar gak habis waktu dijalan. Ini kenapa perlu baca forum dan blog, biar kita tau dari cerita orang daerah mana saja yang berdekatan.

Tapi itinerary juga jangan dibuat terlalu padat. Harus agak fleksibel, karena kita gak pernah tau apa yang akan terjadi pas hari H. Bisa jadi cuaca lagi gak mendukung, atau ada tempat yang diluar ekspektasi ternyata bagus banget jadi kita pengen lebih lama disitu, dan lain-lain. Intinya harus have fun. Dan menurut aku, ini gak bisa didapat kalau pakai tour, karena biasanya udah dijadwalin dan jadwalnya ketat, kecuali kalau private tour kali  ya, mungkin bisa lebih fleksibel. Tapi kalau tour yang rame-rame sama orang lain pasti harus ikutin jadwal yang udah dibuat.

Cari Tahu Lokasi Makanan Halal 

Kalau ikut tour, biasanya kita akan diantarkan ke resto atau tempat makan yang udah jelas halal. Sedangkan kalau jalan tanpa tour, kita tentu harus cari tau sendiri. Untuk menghemat waktu, baiknya saat masih di Indonesia sudah mencari list makanan halal di kota yang akan kita tuju (terutama kalau ke luar negeri). Seperti saat saya ke hongkong, membawa list tempat makanan halal sangat memudahkan kami dalam mencari tempat makan. Biasanya suka ada blogger yang sudah membuat list makanan halal atau kita list sendiri dengan cara googling dan googling. Gak papa repot-repot pas masih di Indonesia, daripada buang-buang waktu pas udah di negara orang. hehe

Atau udah ada juga beberapa aplikasi di hp tentang makanan halal, seperti aplikasi Halal Gourmet Japan untuk di Jepang. Beberapa negara, seperti Jepang, kayaknya emang udah mulai melirik wisatawan muslim, jadi lumayan gampang cari makanan halal. Tapi yaa masih banyak negara lain yang susah cari makanan halalnya, pilihannya cari vegetarian food atau bawa makanan sendiri dari Indonesia, seperti pop mie. hahaha

Cari Tahu Jalur MRT/LRT dan Public Transportation Lainnya

Kalau perlu dari Indonesia udah dicari tau untuk ke satu tempat wisata itu perlu naik kereta/bus apa aja. Atau mungkin stasiun apa yang terdekat dari tempatnya. Atau ada pintu keluar tertentu atau gak. Karena biasanya di satu stasiun itu ada beberapa pintu keluar. Info-info ini bisa didapat dari baca blog, nonton vlog, atau di website tarnsportasi umum yang ada di negara itu. Intinya dicatet semua yang detil, jadi pas hari H gak terlalu bingung dan tentunya mengurangi kemungkinan nyasar.

Sebisa mungkin sudah simpan jalur mrt/lrt atau apapun namanya di hp. Biar sampai disana gak perlu sering-sering buka petanya. Walaupun pada kenyataannya pasti saya suka buka-buka peta lagi sih biar lebih jelas. haha. Sampai bandara jangan lupa ambil aja semua brosur-brosur tempat wisata dan peta. Gak perlu bawa-bawa petanya dari indonesia :p 

Kita perlu juga untuk cari tahu apakah lebih murah beli kartu, atau beli tiket sekali jalan, atau justru ada yang lebih murah apabila dipesan secara online dulu. Pokoknya jangan malas cari tahu dan googling semua informasi, karena namanya jalan sendiri tanpa tour pasti akan selalu mengandalkan si public transportation. Dan kalau bisa sih cobain semua jenis transportasi di kota tersebut. 

Ikut Tour Harian

Kalau sudah di negara orang dan bingung mau kemana, coba cari jasa tour harian. Biasanya ada banyak dan paling gak setelah ikut tour harian sekali, kita jadi tahu tempatnya dan kalau masih belum puas, besoknya bisa balik lagi. hehe. Biasanya di  kota-kota besar juga ada Hop On Hop Off bus yang bisa dicobain untuk keliling kotanya, kita bisa naik dan turun bus dimana kita mau.

Atau bisa juga ikutan one day tour ke kota lain disekitar kota utama yang kita kunjungi. Seperti misalnya pas saya ke London, saya dan suami ambil one day tour ke Windsor, Stonehenge, dan Bath.

Bawa Tripod dan Tongsis

Berhubung jalan berdua dan tanpa tour, jadi tripod dan tongsis adalah peralatan yang wajib dibawa. Karena kalau mengandalkan minta difotoin orang lewat suka kurang puas. Kadang orangnya gak tau setting kamera dan asal jepret aja. Tripodnya cari yang kecil dan bisa masuk backpack aja jadi gak berat. Soalnya sayang kan kalau udah ke negara orang tapi foto-fotonya sedikit atau ala kadarnya :D Tips memilih tripod bisa dibaca disini yaa.

pic from here

Itu sih beberapa tips dari saya berdasarkan apa yang saya lakukan biasanya. Yang penting kalau jalan tanpa tour kita harus well prepared. Jadi bersusah-susah dulu sebelum berangkat untuk cari tahu yang detil. Enaknya tanpa tour kita bisa lebih bebas, tidak harus tunggu-tungguan dengan peserta tour lainnya. Dan kalau kita bisa foto-foto sepuasnya kalau kita suka suatu tempat. Karena biasanya kalau ikut tour, jadwal wisatanya akan dibatasi, jadi berasa kurang puas. Apalagi buat saya dan suami yang maunya semua spot difoto. haha. 

Semoga tips-tipsnya bermanfaat yaa. Jangan takut nyasar, karena walaupun nyasar, pasti kita jadi nemu hal lain yang juga menarik. Just enjoy your trip as much as you can ;)

No comments :

Post a Comment

Back to Top